Pengertian kekuasaan
Membahas masalah kekuasan nampaknya merupakan suatu hal yang sangat penting karena hakekat dari pada kepemimpinan adalah masalah pengaruh dan hakekat dari pengaruh dalah kekuasaan, seperti dikemukakan oleh Joseph Reitz dan Linda N Jewell (1985), yang mengatakan influence is the process by which managers affect other behavior. Power is the ability to exert influence.
Keberhasilan seorang pemimpin banyak ditentukan oleh kemampuannya dalam memahami situasi serta ketrampilan dalam menentukan macam kekuasaan yang tepat untuk merespon tuntutan situasi. Kekuasan seperti dikemukan oleh Gary A Yukl (1989) adalah potensi agen untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain (target person), sementara David dan Newstroom (1989) membedakan kekusaan dan kewenangan, kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sedangkan wewenang merupakan pendelegasian dari manajemen yang lebih tinggi.
Sumber-sumber kekuasaan.
French dan Raven (Gary A Yukl, 1994) mengidentifikasi ada lima bentuk kekuasaan yang dirasakan mungkin dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu :
1. Kekuasaan ganjaran
Merupakan suatu kekuasan yang diadasarkan atas pemberian harapan, pujian, penghargan atau pendapatan bagi terpenuhinya permintaan seseorang pemimpin terhadap bawahannya
2. Kekuasaan paksaan
Yaitu suatu kekuasaan yang didasarkan atas rasa takut, seorang pengikut merasa bahwa kegagalan memenuhi permintaan seorang pemimpin dapat menyebabkan dijatuhkannya sesuatu bentuk hukuman.
3. Kekuasaan legal
Yaitu suatu kekuasaan yang diperoleh secara sah karena posisi seseorang dalam kelompok atau hirarhi keorganisasian.
4. Kekuasaan keahlian
Yaitu kekuasasan yang didasarkan atas ketrampilan khusus, keahlian atau pengetahuan yang dimiliki oleh pemimpin dimana para pengikutnya menganggap bahwa orang itu mempunyai keahlian yang relevan dan yakin keahliannya itu melebihi keahlian mereka sendiri.
5. Kekuasaan acuan
Yaitu suatu kekuasaan yang diasarkan atas daya tarik seseorang, seorang pemimpin dikagumi oleh pra pengikutnya karena memiliki suatu ciri khas, bentuk kekuasaan ini secara populer dinamakan kharisma. Pemimpin yang memiliki daya kharisma yang tinggi dapat meningkatkan semangat dan menarik pengikutnya untuk melakukan sesuatu, pemimpin yang demikian tidak hanya diterima secara mutlak namun diikuti sepenuhnya.
Kelima kekuasaan tersebut oleh John M Ivancevuch dan Michhael T Matteson (1987) dibagi dalm dua katogeri utama yaitu organisasi dan pribadi. Kekuasaan ganjaran dan kekuasaan dan kekuasaan paksaan terutama ditentukan oleh organisasi, kedudukan dan kelompok-kelompok resmi. Kekuasaan legitimasi seseorang dapat diubah dengan perpindahan orang, penataan kembali job discription atau pengurangan kekuasaan melalui restrukturisasi organisasi.
Sedangkan kekuasan keahlian dan kekuasaan referensi sangat pribadi, kekuasan tersebut merupakan hasil dari keahlian individu.
Kemampuan seseorang dalam mengakses sumber-sumber, informasi serta dukungan merupakan sumber kekuasaan seperti yang dikemukakan dari hasil penelitiannya Rosabeth M Kanter (1979), ia mengemukakan keyakinannya bahwa akar dari kekuasaan :
• Akses terhadap sumber-sumber, informasi dan dukungan
• Kemampuan untuk dapat bekerja sama dalam melakukan pekerjaan yang penting
Kekuasaan terjadi ketika seseorang telah mempunyai saluran terhadap sumber-sumber keuangan, sumber-sumber manusia, teknologi, bahan-bahan, langganan dan sebagainya.
Didalam suatu organisasi sumber-sumber penting dialokasikan kebawah sepanjang garis hirarhi. Manajer tingkat atas mempunyai alokasi sumber-sumber kekuasaan lebih besar dari pada manajer tingkat bawah dalam suatu tingkatan manajemen. Manajer tingkat bawah menerima sumber-sumber dari manajer tingkat atas.
Pemahaman bahwa kekuasaan mengarah kebawah dimana seorang yang berada dalam jabatan paling bawah dari suatu tingkatan kekuasaan, umumnya mempunyai sedikit kekuasaan dari pada orang yang berada pada posisi paling tinggi. Gary Yukl dan Tom Taber (1983) mengemukakan bahwa kekuasaan dapat juga digunakan ketingkat atas dari suatu organisasi. Hal ini seperti dikemukkan dalam terminologi sosial, seseorang yang menggunakan kekuasaan keatas mempunyai kekuasaan pribadi bukan kewenangan. Dalam kewenangan legitimsi seorang individu yang berada pada tingkat atas hanya dapat menggunakan kekuasaan lebih banyak bila individu didalam posisi tingkat bawah menerima.
Konsep kekuasaan tingkat bawah dikaitkan pada keahlian. lokasi dan innformasi. kekuasaan keatas seperti dikemukakan oleh LW Porter, RW Allen dan HL Angee (1981) kadang-kadang digunnakan oleh tingkatan yang relatif bawah seperti sekretaris, programmer komputer atau karyawan yang mempunyaim keahlian dalam suatu jabatan untuk berinteraksi dengan orang-orang penting atau mempunyai akses untuk mengendalikan informasi penting. Hasil penelitian yang dilakukan oleh David Mechanic (1962), menunjukkan bahwa keahlian, tempat dan kontrol atas informasi adalah faktor potensi penting kekuasaan karyawan pada tingkat bawah dari suatu hirarhi.
6. Kekuasaan informasi
Dalam perkembangan berikutnya Raven bekerjasama dengan Kruglanski menambah kekuasaan yang keenam yaitu kekuasaan informasi.
Kekuasaan informasi adalah kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi perilaku bawahannya dengan menggunakan kelebihannya memiliki beberapa keterangan yang diperlukan.
7. Kekuasaan hubungan
Pada tahun 1979 Hersey dan Goldsmith mengusulkan kekuasaan ke tujuh yaitu kekuasaan hubungan atau connection power.
Kekuasaan hubungan adalah kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi perilaku bawahannya dengan menggunakan adanya hubungan baik dirinya dengan orang-orang tertentu yang dipandang penting dan berpengaruh baik diluar maupun didalam organisasi.
Hakekat Kekuasaan
Stephen P Robbins (1996), mengatakan bahwa aspek yang paling penting dari kekuasaan adalah bahwa kekuasaan itu merupakan fungsi ketergantungan. Dalil ketergantungan umum mengemukakan makin besar ketergantungan B pada A maka makin besar kekuasaan yang dimiliki A terhadap B. Bila A memiliki apa saja yang diperlukan oleh orang-orang lain tetapi hanya A sendiri yang mengendalikan, A membuat mereka tergantung pada A dan karenanya A memperoleh kekusaan terhdap mereka.
Ketergantungan meningkat bila sumber daya yang dikendalikan itu :
1. Penting
Untuk menciptakan ketergantungan hal-hal yang dikendalikan haruslah dipersepsikan sebagai penting
2. Kelangkaan
Suatu sumber daya yang dipersepsikan sebagai hal yang langka dapat menciptakan ketergantungan.
3. Tidak dapat digantikan
Makin suatu sumberdaya tidak mempunyai pengganti yang aktif makin banyak kendali kekuasaan diberikan kepada sumber daya itu.
Taktik menggunakan kekuasan
Stephen P Robbins (1996), mengidentifikasi tujuh dimensi atau strategi dalam menggunakan kekuasaan, yaitu :
1. Nalar
Dengan menggunakan fakta dan data untuk membuat penyajian gagasan yang logis atau rasional.
2. Keramahan
Gunakan sanjungan, penciptaan kemauan baik, berlaku rendah hati dan bersikap bersahabat sebelum mengemukakan suatu permintaan.
3. Koalisi
Dapatkan dukungan orang lain dalam organisasi untuk mendukung permintaan itu
4. Tawar menawar
Gunakan perundingan lewat pertukaran manfaat atau pertolongan.
5. Ketegasan
Gunakan pendekatan yang langsung dan kuat seperti misalnya menuntut pemenuhan permintaan, mengulangi peringatan, memerintahkan individu untuk melakukan apa yang diminta dan menunjukkan bahwa aturan menuntut pematuhan.
6. Otoritas lebih tinggi
Dapatkan dukungan dari tingkat lebih tinggi dalam organisasi untuk mendukung permintaan.
7. Sanksi
Gunakan imbalan dan hukuman yang ditentukan oleh organisasi seperti misalnya mencegah atau menjanjikan kenaikan gaji, mengancam untuk memberikan penilaian kinerja yang tidak memuaskan atau menahan suatu promosi.
Strategi yang paling populer adalah penggunan nalar dalam hal ini tidak memperdulikan apakah pengaruh itu diarahkan keatas atau kebawah. Disamping itu para peneliti menemukan empat variabel kemungkinan yang mempengaruhi pemilihan taktik kekusaan, yaitu :
1. Kekuasaan relatif seorang manajer
Kekuasaan relatif seorang manajer berdampak pada pemilihan taktik dalam dua cara :
• Bila seorang manajer mengendalikan sumber daya yang dianggap berharga oleh orang lain atau yang dipersepsikan sebagai berada pada posisi dominan., menggunakan taktik yang jauh beraneka ragam dari pada yang kekuasaannya kecil
• Manajer yang penuh kuasa lebih menggunakan ketegasan dari pada yang kekuasaannya kecil
2. Manajer mengubah-uabh taktik mereka dalam hubungan dengan sasaran mereka, misalnya jika ia mancari untung dari atasannya maka ia cenderung berkata-kata yang manis dan menggalakkan hubungan yang menyenangkan.
3. Harapan manajer yang ditargetkan untuk patuh
Harapan manajer untuk sukses memandu pilihan taktik mereka, bila probabilitas keberhasilan tinggi, ia akan menggunakan permintaan yang sederhana untuk memperoleh kepatuhan dan bila keberhasilan hampir tidak dapat diramalkan maka ia lebih tergoda untuk menggunkan ketegasan dan sanksi untuk mencapai sasarannya.
4. Kultur Organisasi
Kultur organisasdi dimana seorang manajer bekerja mempunyai pengaruh yang nyata pada pendefinisian taktik manakah yang dianggap sesuai, ada kultur organisasi yang mendorong penggunaan keramahan, ada yang mendorong nalar dan ada yang mengandalkan sanksi dan ketegasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar